HISTAMIN DAN ANTIHISTAMIN
HISTAMIN adalah senyawa normal dalam jaringan tubuh (sel mast dan basofil). Hampir semua organ dan jaringan mengandung Histamin terutama dalam sel mast (terikat dan inkatif). Histamin dikeluarkan dari sel mast berupa rangsangan alergen (Spora, debu, sinar uv, cuaca, racun, deterjen, enzim proteolitik (Tripsin), zat warna, obat, makanan dan lain sebagainya).
Tubuh memiliki zat kimia bernama histamin. ketika ada zat-zat berbahaya seperti virus atau bakteri masuk kedalam tubuh, histamin akan muncul dan bereaksi melawan zat tersebut. Perlawanan histamin melawan zat berbahaya ini bisa membuat tubuh mengalami inflamasi (peradangan).
Namun jika tubuh kita memiliki alergi, Histamin tidak dapat membedakan mana zat berbahaya dan tidak. Sehingga ketika ada zat yang tidak berbahaya seperti makanan, debu atau serbuk sari, tubuh akan tetap mengalami inflamasi dan reaksi alergi. Beberapa contoh reaksi alergi yaitu seperti kulit gatal, memerah, membengkak, pilek, bersin-bersin, mata bengkak dan lain-lain.
MEKANISME KERJA HISTAMIN
1. Menimbulkan efek ketika berinteraksi dengan reseptor histaminergik yaitu reseptor H1, H2 dan H3.
2. Histamin berinteraksi dengan H1 menyebabkan sembab, pruritik dermatik dan urtikaria
3. Histamin berinteraksi dengan H2 menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung yang menyebabkan tukak lambung.
4. Reseptor H3 yang terletak pada ujung syaraf jaringan otak dan jaringan perifer mengontrol sintesis dan pelepasan histamin, mediator alergi serta inflamasi.
Untuk menghentikan Histamin dalam mempengaruhi sel tubuh serta mengeluarkan reaksi alergi, maka diperlukan suatu obat penghambat/anti dari histamin yaitu obat ANTIHISTAMIN.
ANTIHISTAMIN adalah obat dengan efek antagonis terhadap histamin, berupa zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan cara memblok reseptor histamin (penghambat histamin).
RESEPTOR HISTAMIN
|
RESEPTOR |
MEKANISME |
FUNGSI |
ANTAGONIS |
|
H1 |
Gq |
1.
Kontraksi ileum 2.
Medulasi siklus serkadian 3.
Gatal 4.
Vasodilatasi sistemik 5.
Bronkokonstriksi (asma terinduksi alergi) |
H1 Receptor Antagonists 1.
Difenhidramin 2.
Loratadin 3.
Setirizin 4.
Feksofenadin 5.
Klemastin |
|
H2 |
Gs ↑Camp 2+ |
1.
Mempercepat ritme sinus 2.
Stimulasi sekresi asam lambung 3.
Relaksasi otot polos 4.
Menghambat sintesis antibodi, poliferasi sel T
dan prosduksi sitokin. |
H2 Receptor Antagonists 1.
Ranitidin 2.
Simetidin 3.
Famotidin 4.
Nizatidin |
|
H3 |
Gi |
1.
Menurunkan pelepasan asetilkolin, serotonin dan
norepinefrin di SSP. 2.
Autoreseptor presinaptik |
H3 Receptor Antagonists 1.
ABT-239 2.
Ciproxifan 3.
Clobenpropit 4.
Thioperamide |
|
H4 |
Gi |
1.
Memediasi kemotaksi sel mast |
H4 Receptor Antagonists 1.
Thioperamide 2.
JNJ7777120 |
KLASIFIKASI ANTIHISTAMIN
Antihistamin dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Antagonis Reseptor H1 (H1 Blockers) atau Antihistaminika Klasik yaitu mengantagonis histamin dengan cara memlok reseptor H1 dari dinding pembuluh bronchi dan saluran cerna (kandung kemih & rahim). Selain itu juga melawan efek histamin dikapiler dan ujung saraf. Efeknya adalah SIMTOMATIS, Antihistamin tidak dapat menghindari reaksi alergi.
2. Antagonis Reseptor H2 (H2 Blockers) atau Penghambat Asma yaitu menghambat secara efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat histamin dengan cara persaingan terhadap reseptor H2 di lambung. Efeknya adalah berkurangnya Hipersekresi asam klorida, mengurangi vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambung usus guna mengurang sekresi HCl dan Pepsin serta sebagai zat pelindung tambahan pada terapi kortikosteroid.
TURUNAN ANTIHISTAMIN
A. Turunan Etilendiamin
a. Farmakokinetik Tripelennamine HCl
Biasanya diabsorbsi dengan baik di saluran cerna, kadar puncak plasma dicapai dalam 2-3 jam efeknya berakhir 4-6 jam. Distribusi obat luas termasuk di ssp dalam jumlah kecil dijumpai dalam urin dengan bentuk metabolit. Eliminasi obat ini cepat pada anak-anak dan dapat menginduksi enzim microsomal hepatic.
b. Farmakodinamik Tripelennamine HCl
Tripelennamine merupakan antagonis histamin H1. Bersaing dengan histamin untuk normal H1 situs reseptor pada sel-sel efektor dari saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan.
Absorbsi
Obat difenhidramin diabsorbsi dengan baik di saluran pencernaan. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak sekitar 1-4 jam.
Distribusi
Difenhidramin didistribusikan secara luas ke seluruh bagian tubuh termasuk sistem saraf pusat. Obat ini dapat berikatan dengan protein plasma (plasma binding protein) 98-99%.
Metabolisme
Difenhidramin dimetabolisme terutama di hati. Obat ini dapat dimetabolisme di hati menjadi N-Desmetildifenhidramin dan difenhidramin N-glukoronida.
Ekskresi
Difenhidramin diekskresi melalui urin dalam bentuk metabolit walaupun sebagian kecil bisa berbentuk obat utuh.
b. Farmakodinamik Difenhidramin
Aspek penting dari farmakologi obat diphenhydramine adalah sebagai antagonis reseptor histamin H1 generasi pertama sehingga dapat mengurangi kadar histamin dalam tubuh, sebagai antiparkinson, antiemesis, antikolinergik dan sedasi.
PERMASALAHAN



Mantap sangat bermanfaatπ
BalasHapusTerimakasih
HapusSangat bermanfaat
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSangat membantu materinyaa, sebagai referensi bahan bacaan
BalasHapusMantap sangat membantu
BalasHapusTerimakasih
HapusIzin menjawab pertanyaan no. 1
BalasHapusTurunan antihistamin selain etilendiamin dan kolamin adalah etanolamin, propilamin, piperazin, fenotizin dan turunan siklik lainnya seperti azatadin dan pizotifen.
Terimakasih
bagus sekali pembahasannya, saya Roza ingin bertanya Apakah obat antihistamin aman untuk ibu hamil dan menyusui?
BalasHapusTerimakasih.
HapusBaik lah disini saya izin menjawab pertanyaan dari saudara Roza, anak-anak mungkin sensitif terhadap antihistamin, terutama adanya eksitasi dan agitasi sehingga harus diwaspadai oleh ibu hamil. Maka, perlu adanya pengawasan dari dokter. Perlu diketahui jika obat ini dikonsumsi oleh ibu hamil otomatis ia akan masuk kedalam ASI dan akan memberikan efek pada bayi ketika menyusui. Oleh sebab itu saran saya sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan setelah minum antihistamin jika sedang menyusui, takutnya terjadinya masalah kesehatan baik pada ibu hamil maupun pada bayi.
Terimakasih telah memberikan suatu materi dan juga memberikan contoh gambar agar mudah di mengerti dan tidak membuat pembaca bosan juga
BalasHapus1. Alkilamin, piperazin, etanolamin, piperidin, dll.
BalasHapus2. Diphenhydramine, indikasinya untuk membantu meredakan reaksi alergi, seperti bersin, mata atau tenggorokan gatal.
3. Tidak boleh
4. Sebaiknya jangan mengkombinasikan antihistamin dengan obat lain.
5. Efek samping antihistamin: mulut kering, mengantuk, pusing, mual dan muntah.
Terima kasih.
Mantap sangat membantuππΎ
BalasHapusIzin bertanya
BalasHapusApakah obat anthistamin perlu dihabiskan jika alergi sudah sembuh?
Antihistamin adalah obat yang diberikan untuk mengatasi gejala-gejala alergi. Obat ini hanya disarankan dikonsumsi saat gejala alergi sedang muncul saja, sehingga bila anda memang sudah tidak mengalami gejala-gejala alergi lagi, anda boleh berhenti mengkonsumsinya. Untuk menghindari munculnya gejala-gejala alergi kembali, anda harus mencari dan mengenali dengan baik zat-zat apa saja yang menimbulkan reaksi alergi pada tubuh anda. Bila anda sudah mengenali zat-zat alergen tersebut, anda harus menghindari paparan dengan alergen tersebut. Alergi adalah kondisi yang tidak bisa sembuh (kadang dapat menghilang sendiri, kadang juga akan menetap seumur hidup), obat-obatan antialergi yang tersedia hanya berfungsi untuk mengurangi/menyembuhkan gejala-gejala alergi saja.
HapusIzin menjawab pertanyaan no 4 son
BalasHapusDapatkah obat antihistamin dikombinasikan dengan obat yang lain?
Jawabannya sebaiknya tidak menkombinasi obat antihistamin ini atau menggunakannya bersamaan dengan obat lain tanpa anjuran dokter.karna disini tidak dijelaskan secara spesifik golongan dari antihistamin yang akan dikombinasikan dan jenis obat lain yang ingin dikombinasikan sehingga kondisi sama-sama tidak diketahui interaksi kedua obat, sebaiknya tidak menkombinasikannya tampa anjuran dokter.
Baik, terimakasih atas Jawabannya pela
HapusWahh sangat bermanfaat sekali son..
BalasHapusIzin menanggapi pertanyaan no.5
Dari sumber yg saya baja.. tiap golongan antihistamin memiliki efek samping yang berbeda beda.. baik itu antihistamin golongan 1 ataupun golongan 2. Tapi efek samping yang paling umum dirasakan oleh pasien yaitu rasa kantuk,pusing, sakit kepala.
Mantap sangat membantu son π
BalasHapusTerimakasih uni
HapusUwuwuwu syukaa sama blog nya dong. Kyuudd
BalasHapusIzin menanggapi pertanyaan nomor 3 dong son
Disini saya mengambil salah satu contoh obat dari antihistamine yaitu Obat CTM, Menurut Tuarissa et al ( 2014), obat ini merupakan
salah satu golongan obat bebas
terbatas yang bisa diperoleh tanpa
menggunakan resep dokter.Sistem
distribusi obat bebas dan obat bebas
terbatas yang ideal didistribusikan
kesarana pelayanan seperti apotek,
puskesmas, instalasi farmasi, dan toko
obat. Dalam hal ini obat bebas dan
obat bebas terbatas harus
didistribusikan ke sarana-saran
pelayanan farmasi yang telah memiliki
izin menyimpan obat-obatan untuk
dijual secara eceran di tempat tertentu
dan telah mempekerjakan seorang
farmasis seperti apoteker ataupun
asisten apoteker sebagai penanggung
jawab teknis farmasi
Terimakasih :))
Terimakasih
HapusSemangat dek π
BalasHapusSiap, makasih kakak
HapusTerimakasih ilmunyaππ
BalasHapusterimakasih ilmunya kak. semangat ππ»
BalasHapusSama-sama adek
Hapusmantoelllll!!!! semangat terus soniaa, makasiii ilmunyaaa
BalasHapusAsaalamu'alaikum sonia, saya akan menjawab pertanyaan anda nomor 5, efeksampik yang sering muncul saat mengkonsumsi antihistamin ialah mengantuk, selain itu juga terjadinya gangguan fungsi saluran cerna,sakit kepala dan lainnya
BalasHapusWa'alaikumussalam terimakasih atas Jawabannya izki
HapusIzin menanggapi, disini anda menjelaskan bahwa obat antihistamin salah satu efeknya yaitu mengantuk. Pertanyaan saya apakah bisa obat ini digunakan ubtuk mengatasi masalah insomnia ?
HapusBaiklah saya mencoba untuk menjawab pertanyaannya. Apakah obat ini bisa untuk mengatasi insomnia? Berdasarkan referensi yang saya baca, Menurut Rafael Pelayo, MD, seorang ahli tidur di Standford Sleep Medicine Centre, menjelaskan bahwa ketika antihistamin bekerja menangkal histamin, tubuh akan menjadi lelah. Itulah sebabnya Anda akan mengantuk setelah meminum obat ini.Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan pada Journal of Clinical Sleep Medicine melakukan pengujian penggunaan antihistamin untuk mengatasi insomnia. Sebanyak 46 studi diperiksa kembali mengenai efektivitas obat-obatan berbasis DPH dalam memperbaiki kualitas tidur. Hasilnya menunjukkan bahwa minum antihistamin bukanlah cara yang tepat untuk membantu tidur seseorang.
HapusSebenarnya, obat-obatan berbasis DPH umumya aman digunakan dan berisiko rendah menyebabkan efek samping serius. Namun, tidak menutup kemungkinan akan berdampak buruk jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya diminum setiap malam sebelum tidur.
Semoga dapat membantu.
Bisakah anda menjelaskan dampak buruk yang akan terjadi ?
HapusOk, sebelumnya balasan saya diatas ada kekurangan satu kata yaitu kata panjang. Jadi obat ini berdampak buruk dalam pemakaian jangka panjang.trus reply anda dampak buruk seperti apa ? Ok dampak buruk yang mungkin akan terjadi adalah memperburuk masalah kesehatan tertentu. Karena obat-obatan yang mengandung DPH Sebenarnya, obat-obatan berbasis DPH umumya aman digunakan dan berisiko rendah menyebabkan efek samping serius. Namun, tidak menutup kemungkinan akan berdampak buruk jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya diminum setiap malam sebelum tidur. Selain itu, ia juga menyebabkan kantuk di esok hari. Hal ini terjadi karena Efek samping mengantuk dari antihistamin bertahan cukup lama pada sistem di tubuh Anda. Bahkan, hingga keesokkan harinya. Kondisi ini menyebabkan pikiran Anda berkabut dan sulit untuk konsentrasi. Terimakasih
HapusWah, sangat bermanfaat . Saya jadi mengerti. Terima kasih π
HapusWah sangat bermanfaat.
BalasHapusTulisannya sangat mudah di pahami
Semangat terus soniaaaa❤️
BalasHapusMakasih♥️
HapusMantap sekali lah
BalasHapusWah ga bosen bacanya, mudah difahami tulisannya.. semongkoooo soniiiiiaa
BalasHapusWah terimakasih
HapusIzin menjawab soal nomor 3πsebenarnya dibutuhkan nama obat yang spesifik dari golongan antihistamin tersebut, dan nama obat lain yang spesifik untuk dilihat kemungkinan interaksinya. Namun secara umum, dalam kondisi sama-sama tidak diketahui, sebaiknya tidak mencampurkan obat ini atau menggunakannya bersamaan dengan obat lain tanpa anjuran dokter
BalasHapusIlmunya sangat bermanfaat kak
BalasHapusMakasih adek
HapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ππ»
BalasHapusMakasih try
Hapusterimakasih min
BalasHapusSama2 leb
HapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ππ»
BalasHapusMksh zu
HapusTerimakasih untuk artikelnya
BalasHapusKsh moliiii
HapusMakasih semuanya
BalasHapus